sumber img: X bitvofficial

 

Amsal Christy Sitepu dikenal sebagai seorang videografer yang bergerak di bidang ekonomi kreatif. Ia terlibat dalam proyek pembuatan video profil desa yang bersumber dari dana desa di Kabupaten Karo. Dalam beberapa waktu terakhir, namanya menjadi perbincangan setelah terseret dalam kasus dugaan mark up anggaran proyek. Kasus ini menarik perhatian publik karena menyangkut profesi kreatif yang dinilai tidak memiliki standar harga baku.

 

Penegasan Tidak Bersalah

Dalam pernyataannya, Amsal Sitepu menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menyebut bahwa sebagai penyedia jasa, dirinya hanya mengajukan proposal sesuai pekerjaan yang dilakukan.

Ia juga menolak anggapan bahwa seorang videografer dapat melakukan mark up anggaran secara sepihak. Menurutnya, sistem pembayaran proyek dilakukan setelah pekerjaan selesai, sehingga tidak memungkinkan manipulasi nilai secara sepihak. Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui media sosial pribadinya, sekaligus menjadi bentuk klarifikasi kepada publik.

 

Kronologi Kasus yang Menjerat

Kasus ini bermula dari proyek video profil desa yang diduga mengalami pembengkakan anggaran. Nilai anggaran editing video dalam proyek tersebut disebut mencapai sekitar Rp400 juta, yang kemudian menjadi sorotan dalam proses hukum.

Dalam proses hukum yang berjalan, jaksa penuntut umum bahkan menuntut:

  • Hukuman penjara selama dua tahun
  • Denda sebesar Rp50 juta
  • Kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp318 juta

Nilai tuntutan tersebut menunjukkan bahwa kasus ini dianggap serius oleh aparat penegak hukum. Namun, pihak Amsal tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan.

 

Sorotan terhadap Profesi Ekonomi Kreatif

Kasus ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai standar harga dalam industri kreatif. Berbeda dengan sektor lain, jasa seperti videografi tidak memiliki patokan harga yang pasti.

Hal ini menyebabkan:

  • Perbedaan nilai proyek antar penyedia jasa
  • Potensi kesalahpahaman dalam penilaian anggaran
  • Risiko kriminalisasi terhadap pelaku kreatif

Beberapa pihak menilai bahwa kasus ini perlu dilihat secara objektif agar tidak merugikan pelaku ekonomi kreatif yang bekerja secara profesional.

 

BACA JUGA: Harga BBM Terbaru Maret 2026, Pertamax Naik, Subsidi Tetap Stabil

 

Perkembangan Terbaru dan Respons Publik

Kasus Amsal Sitepu masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik. Banyak pihak menunggu hasil akhir proses hukum untuk mendapatkan kejelasan. Di sisi lain, muncul pula dukungan terhadap Amsal sebagai bagian dari pekerja kreatif. Mereka berharap kasus ini dapat menjadi pembelajaran penting terkait:

  • Transparansi proyek
  • Standar kerja di industri kreatif
  • Perlindungan bagi pelaku usaha kreatif

 

Kasus yang menimpa Amsal Sitepu tidak hanya menjadi persoalan hukum semata, tetapi juga membuka diskusi lebih luas tentang posisi industri kreatif di Indonesia. Penegasan tidak bersalah dari Amsal menjadi bagian penting dalam proses pembuktian yang masih berjalan. Sementara itu, publik diharapkan dapat menyikapi kasus ini secara bijak hingga keputusan hukum final ditetapkan. Perkembangan selanjutnya akan menjadi penentu apakah kasus ini murni kesalahan administratif, kesalahpahaman, atau benar adanya pelanggaran hukum.