Pada Rabu, 15 Oktober 2025, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan perubahan penting dalam jajaran direksinya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), perusahaan pelat merah ini resmi mengangkat Glenny H. Kairupan sebagai Direktur Utama, menggantikan Wamildan Tsani yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.
Latar Belakang Militer dan Pendidikan
Glenny Kairupan lahir di Manado pada 11 Februari 1949. Ia merupakan lulusan AKABRI Darat 1973, satu angkatan dengan Presiden Prabowo Subianto. Selama karier militernya, Glenny menempuh berbagai posisi strategis, termasuk Komandan Resor Militer 073 Makutarama di Salatiga dan Wakil Komandan Korem di Timor Timur.
Setelah pensiun dari militer, ia melanjutkan pendidikan di bidang sipil dengan meraih gelar Sarjana dari Universitas Suryadarma dan Magister dari American World University. Ia juga memiliki latar belakang di bidang penerbangan dari Akademi Penerbangan Indonesia.
Karier Politik dan Keterkaitan dengan Prabowo
Glenny Kairupan dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto. Selain aktif di dunia militer, ia pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Gerindra pada Pemilu 2009 dan 2014, serta calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara pada Pilgub 2015.
Susunan Direksi dan Komisaris Garuda Indonesia
Dalam RUPSLB yang sama, Garuda Indonesia menetapkan susunan baru direksi dan komisaris sebagai berikut:
Direksi
- Direktur Utama: Glenny H. Kairupan
- Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
- Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
- Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
- Direktur Teknik: Mukhtaris
- Direktur Human Capital & Corporate Service: Eksitarino Irianto
- Direktur Transformasi: Neil Raymond Nills
Komisaris
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
- Komisaris: Chairal Tanjung
- Komisaris: Frans Dicky Tamara
- Komisaris Independen: Mawardi Yahya
Perubahan ini diharapkan dapat membawa Garuda Indonesia menuju arah yang lebih baik, terutama dalam menghadapi tantangan industri penerbangan global dan proses restrukturisasi keuangan yang tengah berlangsung.