Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Danantara Indonesia dan Arm, dengan dukungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, resmi meluncurkan program pelatihan semikonduktor untuk memperkuat sumber daya manusia di bidang teknologi tinggi, Rabu 20 Mei 2026.

Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam membangun ekosistem industri semikonduktor nasional melalui pengembangan talenta dari lingkungan perguruan tinggi hingga profesional teknis.

 

Fokus Pengembangan Talenta Semikonduktor

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat jalur pengembangan talenta semikonduktor nasional yang dimulai dari dunia pendidikan tinggi. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa, lulusan baru, dosen, peneliti, hingga profesional teknis akan menjadi pondasi penting dalam pengembangan kemampuan desain chip dan riset terapan di Indonesia.

Program ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara perguruan tinggi, industri, serta kebutuhan teknologi nasional yang terus berkembang. Selain melakukan penjaringan peserta dari kalangan kampus dan bidang teknis, Kemdiktisaintek turut memastikan materi pelatihan relevan dengan kebutuhan riset dan perkembangan teknologi di Indonesia.

 

Target Ribuan Peserta di Seluruh Indonesia

Pada tahap awal, program pelatihan Arm menargetkan hingga 1.000 peserta yang terdiri dari mahasiswa, lulusan baru, dan para insinyur. Jumlah tersebut nantinya akan diperluas secara bertahap hingga mencapai 15.000 peserta di berbagai wilayah Indonesia.

Pelatihan akan difokuskan pada pengembangan kompetensi di bidang desain chip semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), serta teknologi digital masa depan yang saat ini semakin dibutuhkan secara global.

Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat ekonomi nasional, hilirisasi industri, dan percepatan transformasi digital.

 

Semikonduktor Dinilai Jadi Industri Masa Depan

Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa, menilai penguatan sumber daya manusia di bidang teknologi menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa industri semikonduktor merupakan fondasi utama teknologi masa depan yang akan menentukan daya saing Indonesia di tingkat global.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menyebut pembangunan industri semikonduktor membutuhkan investasi jangka panjang, terutama dalam pengembangan talenta, riset dan pengembangan, serta integrasi dengan rantai pasok global. Airlangga optimistis para peserta pelatihan yang dibina melalui program Arm akan menjadi generasi pemimpin baru Indonesia di sektor semikonduktor.

 

Pelatihan Digelar Bertahap

Program pelatihan Arm nantinya akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia melalui kombinasi pelatihan tatap muka dan dukungan infrastruktur global milik Arm. Melalui kolaborasi ini, pemerintah ingin memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam membangun ekosistem riset serta inovasi nasional berbasis teknologi strategis.

 

Kolaborasi antara Kemdiktisaintek, Danantara Indonesia, dan Arm menjadi langkah penting dalam mempercepat pengembangan industri semikonduktor nasional. Dengan menyiapkan ribuan talenta di bidang desain chip dan AI, Indonesia berupaya meningkatkan daya saing teknologi sekaligus memperkuat posisi dalam industri digital global di masa depan.

 

Sumber Berita:

Kemdiktisaintek Gandeng Danantara dan Arm, Dorong Industri Semikonduktor Indonesia