Pertandingan antara Italia dan Israel dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 menghadirkan drama tanpa henti. Laga yang seolah menjelma sinetron sepak bola itu memperlihatkan mental juang yang luar biasa, keberadaan kesalahan fatal yang hampir merugikan, dan akhirnya ketepatan waktu dalam mencetak gol penentu.
Di babak pertama, Italia tampak menyuguhkan permainan ofensif yang sengit. Namun, lini belakang justru membuat blunder berulang — termasuk dua gol bunuh diri via Manuel Locatelli dan Alessandro Bastoni. Gol bunuh diri Locatelli terjadi pada menit ke-16, memberi Israel keunggulan lebih dulu. Bastoni kemudian ikut mencoreng papan skor dengan gol bunuh diri di menit ke-87, membuka peluang besar bagi Israel menyamakan skor.
Tercatat, Gattuso menyebut laga ini sebagai “pertandingan tergila” yang pernah ia jalani sebagai pelatih. Ia secara jujur menyatakan bahwa masalah di lini pertahanan adalah tanggung jawab tim pelatih, bukan beban pemain semata.
Terlepas dari rapuhnya pertahanan, Italia menunjukkan semangat pantang menyerah. Dua kali tertinggal, mereka bangkit lewat aksi heroik Moise Kean yang mencetak dua gol penyama kedudukan. Kreativitas Mateo Retegui semakin dierahkan dengan umpan-umpan briliannya, termasuk yang jadi kunci untuk gol Politano dan aksi lainnya.
Saat Israel sempat menyamakan skor menjadi 4-4 melalui Dor Peretz menit ke-89, asa Italia tampak sirna. Namun, drama belum berakhir. Di masa injury time, Sandro Tonali melepaskan tembakan spekulatif dari luar kotak penalti yang membawa kemenangan dramatis, 5-4.

Dapat kita petik poin-poin penting dari pertandingan ini:
- Mentalitas juang sebagai modal utama
Italia membuktikan bahwa mentalitas kuat adalah pondasi penentu ketika pertandingan kian tidak terduga.
- Kerapuhan pertahanan harus segera diperbaiki
Dua gol bunuh diri dan kebobolan hingga empat kali menunjukkan bahwa taktik pertahanan perlu diperketat, baik di sisi organisasi maupun mental pemain saat unggul.
- Kemampuan individu yang bisa jadi penyelamat
Kean dan Retegui membuktikan bahwa individu yang tajam dan kreatif mampu membawa perubahan peruntungan.
Lolos ke Piala Dunia masih sangat terbuka
Kemenangan ini menempatkan Italia di posisi kedua Grup I, sejajar poin dengan Israel, namun dengan satu laga tersisa lebih sedikit. Namun, mereka masih tertinggal tiga poin dari pemuncak grup, Norwegia — posisi yang membutuhkan peningkatan konsistensi.
Italia berhasil memperlihatkan bahwa mental juang, meski tidak sempurna, tetap mampu mengantarkan kemenangan dalam situasi genting. Namun, untuk melangkah lebih jauh, terutama mengamankan tiket langsung ke Piala Dunia, Gattuso dan staf pelatih harus segera memperbaiki struktur pertahanan dan konsistensi tim secara menyeluruh.