<p style="font-size:10px">

sumber img: X Radio Elshinta

</p>

 

Peristiwa mobil pengangkut uang terbakar ini terjadi pada Rabu, 12 November 2025, sekitar pukul 12.35 WITA, di Jalan Trans Sulawesi, Desa Palippis, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Sebuah mobil minibus Daihatsu Gran Max bernomor polisi B 9345 PCU milik PT Swadaya Sarana Informatika (SSI), rekanan Bank Negara Indonesia (BNI), terbakar saat membawa uang tunai untuk pengisian ATM di wilayah Polman dan Majene.

Mobil tersebut mengangkut uang tunai sekitar Rp 5,2 miliar, terdiri atas Rp 3,4 miliar pecahan Rp100 ribu dan Rp 1,8 miliar pecahan Rp50 ribu. Namun, di tengah perjalanan menuju Majene, asap muncul dari bagian jok tengah kendaraan dan bau bensin tercium kuat. Tak lama kemudian, api berkobar hebat, membakar seluruh isi mobil.

Petugas sempat berusaha menyelamatkan uang, tetapi kobaran api terlalu cepat. Akibatnya, sekitar Rp 4,6 miliar uang tunai hangus terbakar. Polisi menduga penyebabnya korsleting listrik atau kebocoran bahan bakar pada kendaraan.

 

Penanganan dan Dampak

Dalam insiden ini tidak ada korban jiwaDua unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Tinambung dan Campalagian segera dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan setelah beberapa menit, namun sebagian besar uang sudah hangus.

Pihak Polres Polewali Mandar bersama Satreskrim langsung melakukan olah TKP dan mengamankan sisa uang yang masih bisa diselamatkan. Saat ini, penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung.

Publik menyoroti lemahnya prosedur keamanan pengangkutan uang serta kondisi teknis kendaraan yang digunakan membawa jumlah besar uang tunai. Kejadian ini memunculkan pertanyaan soal standar keselamatan dan tanggung jawab operasional perusahaan jasa logistik uang.

 

BACA JUGA: Eks Bintang Chelsea Oscar Alami Masalah Jantung Saat Latihan

 

Pelajaran dari Kejadian Ini

Kasus uang tunai terbakar Rp 4,6 miliar ini menjadi pengingat bahwa keamanan pengangkutan uang tidak hanya bergantung pada sistem pengawalan, tetapi juga kondisi kendaraan dan prosedur keselamatan yang ketat.

Perusahaan penyedia jasa logistik uang harus melakukan pemeriksaan teknis rutin, memastikan asuransi aset, serta memiliki protokol tanggap darurat jika terjadi hal tak terduga. Selain itu, pihak bank juga diharapkan memperkuat pengawasan terhadap proses distribusi uang di lapangan.

 

Insiden mobil pengangkut uang terbakar di Polewali Mandar menimbulkan kerugian besar dan sorotan publik terhadap keamanan logistik uang tunai. Dengan kerugian mencapai Rp 4,6 miliar, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk meningkatkan sistem keselamatanmengevaluasi prosedur operasional, dan mencegah insiden serupa di masa mendatang.