Universitas STEKOM kembali menyelenggarakan Inspiring Student Series ke-12, sebuah kegiatan apresiatif yang mendorong mahasiswa untuk menuliskan kisah inspiratif mengenai perjuangan, semangat, dan perjalanan akademik mereka. Melalui program ini, universitas berupaya menumbuhkan semangat juang dan memberikan wadah bagi mahasiswa untuk berbagi motivasi yang dapat menginspirasi sesama civitas akademika.
Salah satu mahasiswa yang berhasil menorehkan karya penuh makna adalah Novidarti Indriani Funan, mahasiswi Program Studi S1 Sistem Informasi dan penerima beasiswa Universitas STEKOM angkatan 2023. Naskah yang ditulisnya mengangkat refleksi mendalam tentang pilihan hidup antara bekerja atau melanjutkan pendidikan tinggi, serta bagaimana rasa syukur dan manajemen waktu mampu menghadirkan keseimbangan dalam keduanya.
Naskah Karya: “Antara Kerja atau Kuliah: Bersyukur Bisa Mendapatkan Keduanya”
oleh Novidarti Indriani Funan (Mahasiswi S1 Sistem Informasi, Universitas STEKOM)
Antara Kerja atau Kuliah: Bersyukur Bisa Mendapatkan Keduanya
Halo, aku Novidarti Indriani Funan, mahasiswi penerima beasiswa Universitas STEKOM angkatan 2023. Saat ini aku berada di semester 4 dan sedang menempuh pendidikan di Program Studi S1 Sistem Informasi.
Momen setelah lulus SMA adalah masa paling membingungkan dalam hidupku. Sama seperti banyak orang lain, aku dihadapkan pada dua pilihan besar: kerja atau kuliah. Sebagai seseorang yang sangat ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala biaya, aku mencoba mendaftar berbagai beasiswa yang muncul di berandaku. Tapi seperti pepatah bilang: "Jika belum rezekimu, maka itu mungkin memang rezeki orang lain." Sempat merasa putus asa? Tentu saja. Namun, ternyata Tuhan punya rencana-Nya sendiri. Melalui Universitas STEKOM, aku berhasil merasakan kehidupan baru di dunia perkuliahan.
.jpg)
Namun perjalanan tidak berhenti sampai di situ. Meskipun akhirnya bisa kuliah, aku masih memikirkan soal bekerja. Di semester 2, aku mendapat tawaran menjadi pengajar paruh waktu di sebuah sekolah. Rasanya senang sekali! Apalagi di Universitas STEKOM, sistem pembelajaran sangat mendukung mahasiswa seperti aku—jika berhalangan hadir, masih bisa menyimak materi melalui video pembelajaran online.
Di awal-awal, kuliah sambil bekerja ternyata tidak semudah cerita-cerita di film. Aku harus belajar mengatur waktu dengan baik agar tidak mengabaikan tanggung jawab kuliah, pembinaan beasiswa, dan pekerjaan. Pernah terlintas keinginan untuk berhenti bekerja karena kelelahan, tapi untungnya aku dikelilingi teman-teman yang suportif. Mereka memotivasi dan membantuku menyusun cara mengelola waktu.
Kuncinya ternyata ada di disiplin jadwal dan pencatatan tugas. Aku mulai membuat jadwal mingguan agar kegiatan lebih terstruktur, dan menuliskan hal-hal penting dalam catatan harian. Meskipun tak selalu berjalan sempurna, setidaknya semuanya lebih terkendali. Dari pengalaman ini, aku sadar bahwa bekerja sambil kuliah bukanlah beban, melainkan peluang. Selain belajar ilmu dari kampus, aku juga bisa mengurangi beban keluarga dengan mendapatkan penghasilan tambahan. Di awal memang terasa berat, tapi semuanya jadi lebih ringan ketika kita belajar membiasakan diri dan mengelola waktu dengan bijak.
Aku bersyukur bisa kuliah di kampus yang tidak menuntut secara kaku, namun tetap serius dalam membimbing mahasiswa untuk tumbuh. Aku juga bersyukur diberi kesempatan bekerja, yang membuatku lebih mandiri dan siap menghadapi dunia profesional. Semua ini membuatku lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih menghargai setiap proses. Dan yang terpenting: semua pencapaian ini dimulai dari keberanian untuk mencoba, serta kesabaran untuk bertahan di tengah proses. Jadi, untuk teman-teman yang sedang bingung memilih antara kerja atau kuliah, yakinlah bahwa keduanya bisa dijalani sekaligus, asalkan kamu siap berkomitmen dan bersyukur atas setiap langkah kecilmu.
Penutup
Universitas STEKOM menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Novidarti Indriani Funan atas karyanya yang sarat makna dan motivasi. Kisah beliau menjadi inspirasi bahwa pendidikan dan pekerjaan dapat berjalan berdampingan dengan komitmen, manajemen waktu, serta rasa syukur. Karya ini diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi mahasiswa lain untuk terus berjuang dan menghargai setiap proses dalam perjalanan hidup dan akademik mereka.