Universitas STEKOM kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Inspiring Student Series ke-12, sebuah ajang apresiasi yang mengangkat kisah-kisah inspiratif dari mahasiswa dengan latar belakang, peran, dan perjuangan yang beragam. Kegiatan ini tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga menghidupkan semangat untuk terus belajar dan berkarya di tengah peran ganda yang dijalani mahasiswa.

Pada kesempatan ini, penghargaan diberikan kepada Khamidah, mahasiswi Program Studi S1 Bisnis, yang melalui karyanya menghadirkan refleksi mendalam tentang peran seorang ibu sekaligus mahasiswa. Naskah beliau mengisahkan bahwa menjadi seorang ibu bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari ruang baru untuk menemukan potensi, bakat, dan makna hidup yang lebih luas.

Naskah Karya: “Menjadi Ibu, Menjadi Hebat: Perjalanan Mida Menemukan Makna Baru”
oleh Khamidah (Mahasiswi S1 Bisnis, Universitas STEKOM)

Menjadi Ibu, Menjadi Hebat: Perjalanan Mida Menemukan Makna Baru

Kenalin, namaku Mida. Aku adalah mahasiswi aktif semester 6 di Universitas STEKOM. Sejak kecil, aku tidak pernah bercita-cita tinggi. Dalam pikiranku, menjadi ibu rumah tangga adalah puncak dari segalanya—merawat anak, menjaga rumah, dan mencintai keluarga sepenuh hati. Aku tidak pernah membayangkan akan duduk di bangku kuliah, apalagi bersaing dalam dunia akademik.

Hidup sederhana, tenang, dan penuh cinta sudah cukup bagiku. Tapi ternyata, rencana manusia tak pernah sebanding dengan skenario Tuhan yang luar biasa. Di tengah ketidaksiapan dan keraguan, satu per satu pintu tak terduga terbuka. Aku diterima kuliah di Universitas STEKOM, bertemu orang-orang hebat, dan mulai menyadari bahwa peranku sebagai ibu tidak harus berhenti di rumah. Tuhan menunjukkan bahwa menjadi ibu bukanlah batas, tapi justru fondasi untuk menjadi sosok yang lebih luas manfaatnya. Di balik rutinitas rumah tangga, aku menemukan potensi, bakat, dan semangat yang selama ini tersembunyi.

Aku belajar bahwa menjadi ibu tidak berarti harus diam. Aku bisa merawat anak sambil tetap belajar, bisa mendidik dari rumah sekaligus dari mimbar yang lebih luas. Aku tidak ditakdirkan hanya untuk menjadi ‘biasa’, tetapi untuk menjadi versi terbaik dari diriku sendiri—seorang ibu, pelajar, penulis, pembicara, bahkan inspirator. Tuhan tidak menempatkanku di jalur ini untuk bersaing dengan orang lain, melainkan untuk melampaui batas diriku sendiri. Kini aku benar-benar paham, bahwa rencana Tuhan memang tidak pernah salah. Ia tidak membiarkanku berpuas diri di zona nyaman, tapi justru mengangkatku untuk berjalan lebih jauh. Bukan untuk mengejar popularitas, tapi untuk memberi lebih banyak arti dan cahaya dalam hidup ini.

Aku tidak lagi merasa rendah karena dulu hanya bermimpi sederhana. Justru dari situlah aku memulai langkahku, dan dari situ pula aku belajar bahwa menjadi luar biasa dimulai dari keberanian untuk taat pada takdir Tuhan. Aku bangga menjadi seorang ibu. Tapi kini, aku tahu bahwa aku juga bisa menjadi lebih: wanita dengan peran berlapis, yang tidak hanya menyentuh kehidupan di dalam rumah, tetapi juga memberi makna lebih luas melalui ilmu dan karya.

Aku, Mida. Bukan hanya seorang ibu, tapi juga pelajar, pemimpi, dan pelaku perubahan. Peranku bukan sekadar tentang dapur, sumur, dan kasur—tetapi juga tentang karya, cahaya, dan pengaruh yang Tuhan titipkan. Bukan untuk meninggalkan tugas keibuanku, tapi untuk menjadikannya titik tolak menuju perjalanan yang lebih bermakna.

 

Penutup

Universitas STEKOM memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Khamidah atas karya tulis inspiratifnya. Kisah beliau membuktikan bahwa peran sebagai seorang ibu dapat berjalan beriringan dengan semangat menuntut ilmu dan berkarya. Karya ini diharapkan mampu memberikan inspirasi, khususnya bagi para ibu rumah tangga maupun mahasiswa lain, untuk terus melangkah dan menemukan makna baru dalam setiap peran yang dijalani.