Universitas STEKOM kembali menggelar Inspiring Student Series ke-12, sebuah agenda rutin yang bertujuan untuk memberikan ruang apresiasi bagi mahasiswa yang telah menunjukkan dedikasi, inspirasi, serta kontribusi pemikiran melalui karya tulis. Ajang ini menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik dalam ranah akademik maupun personal.

Dalam kesempatan ini, penghargaan diberikan kepada Risman Ali, mahasiswa Program Studi S1 Manajemen, yang berhasil menorehkan karya tulis reflektif dan inspiratif pada kategori naskah. Melalui karyanya, Risman Ali mengisahkan dinamika perjuangan mahasiswa pekerja, yang harus membagi waktu antara tanggung jawab akademik dan profesional, namun tetap memandang semua itu sebagai sebuah anugerah sekaligus proses pendewasaan.

Naskah Karya: “Meraih Ilmu, Mengukir Karya”
oleh Risman Ali (Mahasiswa S1 Manajemen, Universitas STEKOM)

Meraih Ilmu, Mengukir Karya

Pernahkah kamu merasa lelah? Terjebak di antara tumpukan buku kuliah dan daftar tugas pekerjaan yang seakan tak ada habisnya? Ketika jarum jam menunjukkan dini hari, dan kamu masih berkutat dengan laporan atau presentasi, sementara teman-teman lain sudah terlelap. Rasanya ingin menyerah, bukan?

Namun percayalah, di balik setiap tetes keringat dan kantuk yang menghantui, ada kekuatan besar yang sedang kita bangun. Kekuatan untuk menghadapi tantangan, untuk merangkai mimpi, dan untuk membuktikan bahwa kita mampu melampaui batas diri. Kuliah sambil bekerja bukanlah pilihan yang mudah. Ini adalah jalan terjal yang menuntut komitmen, kedisiplinan, dan pengorbanan luar biasa. Kita tidak hanya dituntut cerdas di ruang kelas, tapi juga cekatan di dunia kerja. Ada kalanya kita harus memilih antara ikut acara kampus atau lembur mengejar target pekerjaan. Sering kali, waktu istirahat harus dikorbankan demi tugas-tugas perkuliahan yang menanti.

Tapi mari kita ubah cara pandang. Setiap tantangan adalah kesempatan untuk tumbuh. Bekerja tidak hanya memberi penghasilan, tapi juga pengalaman dunia nyata: bagaimana menyelesaikan masalah, bekerja dalam tim, menghadapi tekanan, dan berkomunikasi secara profesional hal-hal yang sering tak diajarkan di bangku kuliah. Sebaliknya, kuliah memperkaya wawasan, membentuk pola pikir kritis, dan membuka jejaring yang luas. Ilmu dari kampus melengkapi pengalaman kerja, membentuk kita menjadi individu yang tangguh dan siap bersaing. Bayangkan, saat lulus nanti, kita tidak hanya punya ijazah, tapi juga portofolio kerja yang nyata ini keunggulan besar yang tidak dimiliki semua orang.

Setiap kali rasa lelah datang, ingatlah: kita sedang membangun fondasi untuk masa depan yang gemilang. Setiap pengorbanan hari ini adalah investasi untuk hari esok. Lihatlah dirimu di cermin itulah pejuang sejati yang sedang menapak jalan panjang demi impiannya. Di tengah segala hiruk pikuk dan tekanan, pernahkah kita berhenti sejenak untuk bersyukur? Bersyukur atas kesempatan yang tak semua orang miliki: bisa kuliah dan bekerja. Betapa banyak di luar sana yang ingin mengenyam pendidikan tinggi namun terkendala biaya, atau mencari pekerjaan namun belum kunjung dapat. Kita adalah bagian kecil yang diberi anugerah ganda ini.

Rasa syukur adalah bahan bakar terbaik untuk tetap melangkah. Ketika kita menyadari bahwa setiap kesulitan adalah bagian dari proses pendewasaan, dan setiap pencapaian, sekecil apa pun, adalah bukti kasih Tuhan, maka beban akan terasa lebih ringan. Bersyukurlah atas dosen yang membimbing, atas teman-teman yang menguatkan, atas rekan kerja yang mendukung, dan atas atasan yang memberi kepercayaan. Bersyukurlah atas tantangan yang menempa, atas kegagalan yang mengajarkan, dan atas keberhasilan yang menyemangati.

Karena dari titik-titik itulah, kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh. Jangan remehkan setiap proses yang sedang kamu jalani. Setiap kelas yang kamu ikuti, setiap tugas yang kamu kerjakan, setiap rupiah yang kamu hasilkan semuanya adalah bagian dari kisah luar biasa yang sedang kamu bangun. Hargai setiap langkah, karena dari sanalah kamu akan memahami betapa berharganya sebuah pencapaian. Ketika kamu mampu melihat semua ini sebagai anugerah, motivasi akan datang dengan sendirinya. Tak lagi merasa terbebani, tapi tertantang untuk memberikan yang terbaik. Karena ini bukan sekadar perjalanan akademik atau karier ini adalah proses pembentukan jati diri: menjadi manusia seutuhnya cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara mental.

Jadi, mari terus melangkah. Jangan menyerah. Teruslah berjuang, teruslah bersyukur. Karena pada akhirnya, perjalanan ini akan menjadikan kita pribadi yang lebih siap menyambut masa depan dengan tangan yang kuat, hati yang ikhlas, dan pikiran yang lapang.

 

Penutup

Universitas STEKOM memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Risman Ali atas karya tulis inspiratifnya yang penuh makna dan motivasi. Karya ini diharapkan mampu menjadi sumber semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus melangkah dengan rasa syukur, menghadapi setiap tantangan dengan keteguhan hati, serta menjadikan perjalanan akademik dan profesional sebagai wahana pembentukan karakter dan masa depan yang gemilang.