<p style="font-size:10px">

sumber img: X The Touchline | T

</p>

 

Timnas Prancis meraih kemenangan 3-1 melawan Azerbaijan dalam laga penutup Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Laga ini berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal. Tuan rumah langsung membuat kejutan besar ketika Renat Dadashov mencetak gol cepat pada menit ke-4. Gol tersebut membuat Prancis berada dalam tekanan dan memaksa mereka meningkatkan ritme permainan lebih cepat dari rencana awal.

Meski tertinggal lebih dulu, Prancis menunjukkan kelasnya. Mereka menguasai bola, memperbaiki struktur serangan, dan mulai menekan dari sisi sayap. Dalam tempo singkat, dominasi Prancis mulai terbentuk dan momentum pertandingan sepenuhnya bergeser ke pihak Les Bleus.

 

Kebangkitan Prancis terwujud melalui tiga gol yang lahir dengan proses yang sangat rapi. Jean-Philippe Mateta menjadi pemain pertama yang memecah kebuntuan bagi Prancis setelah memanfaatkan umpan silang dari Malo Gusto, menyamakan skor menjadi 1-1.

Selanjutnya, Maghnes Akliouche mencetak gol kedua yang membawa Prancis berbalik unggul. Dengan teknik yang halus, ia menuntaskan peluang di dalam kotak penalti setelah menerima umpan tarik tajam dari sisi kanan.

Menjelang akhir babak pertama, Khephren Thuram menambahkan gol ketiga setelah menyambar bola muntah. Gol ini semakin menegaskan superioritas Prancis setelah awal pertandingan yang sulit.

 

BACA JUGA: Inggris Pertahankan Rekor Sempurna Setelah Dua Gol Harry Kane vs Albania

 

Dominasi Prancis dan Konsistensi di Grup D

Kemenangan ini membuat Prancis semakin kukuh di puncak klasemen Grup D dengan total 16 poin. Performa mereka menunjukkan kestabilan yang jarang goyah sepanjang kualifikasi. Permainan cepat, akurasi umpan, dan ketenangan saat di bawah tekanan menunjukkan bahwa skuad ini sudah berada pada jalur yang tepat menuju Piala Dunia 2026.

Di laga ini, ketahanan mental Prancis menjadi sorotan. Mampu bangkit dari gol cepat menunjukkan kualitas tim secara keseluruhan. Selain itu, kontribusi dari berbagai lini menegaskan bahwa kedalaman skuad Prancis merupakan salah satu yang terbaik di Eropa.

 

Azerbaijan patut diberi apresiasi atas keberanian mereka di menit awal. Gol cepat yang mereka ciptakan menunjukkan kesiapan dan agresivitas sejak kick-off. Namun, setelah itu mereka kesulitan menjaga konsistensi. Serangan Prancis yang semakin intens membuat pertahanan Azerbaijan terkuras.

Meskipun kalah, pengalaman menghadapi tekanan dari tim besar seperti Prancis menjadi modal penting bagi Azerbaijan untuk pertandingan-pertandingan berikutnya. Mereka perlu meningkatkan organisasi pertahanan dan penguasaan bola agar bisa lebih kompetitif.

 

Pertandingan Prancis vs Azerbaijan berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk Les Bleus, kemenangan yang lahir dari mentalitas kuat dan kualitas permainan yang tetap stabil meski sempat tertinggal. Azerbaijan memulai dengan baik, namun Prancis terbukti terlalu kuat untuk mereka bendung.