Semarang, 28 Januari 2026 — Universitas STEKOM Semarang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif melalui penyerahan beasiswa pendidikan kepada siswa disabilitas tunarungu, Mayka Khairiz Solina, peserta didik SLB Negeri Semarang. Penyerahan beasiswa ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Pengembangan Inklusi Sektor Manufaktur untuk Disabilitas yang diselenggarakan di SLB Negeri Semarang, Gedung Semeru.

Beasiswa tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan Universitas STEKOM terhadap pengembangan potensi akademik dan kesiapan peserta didik penyandang disabilitas dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta memasuki dunia kerja secara mandiri dan berdaya saing.

Rektor Universitas STEKOM Semarang sekaligus Founder Top Loker, Dr. Joseph Teguh Santoso, M.Kom, menyampaikan bahwa pemberian beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendorong akses pendidikan yang setara.

“Universitas STEKOM berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia yang inklusif. Pemberian beasiswa ini diharapkan dapat memotivasi peserta didik penyandang disabilitas untuk terus mengembangkan kompetensi dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Mayka Khairiz Solina merupakan salah satu peserta didik penyandang disabilitas tunarungu yang aktif mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk penayangan video curriculum vitae (CV) dan sesi wawancara dengan dunia industri. Kehadiran Mayka mencerminkan semangat kemandirian dan kesiapan generasi muda penyandang disabilitas dalam menghadapi tantangan pendidikan dan ketenagakerjaan.

Kepala SLB Negeri Semarang menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Universitas STEKOM.

“Dukungan beasiswa ini menjadi bentuk nyata kepedulian perguruan tinggi terhadap peserta didik kami. Harapannya, beasiswa ini dapat membuka peluang yang lebih luas bagi siswa penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kepercayaan diri,” ungkapnya.

Melalui penyerahan beasiswa ini, Universitas STEKOM berharap dapat terus berperan aktif dalam membangun ekosistem pendidikan inklusif, memperluas akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas, serta mendukung terwujudnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkeadilan.