Layanan cloud milik Amazon, Amazon Web Services (AWS), dilaporkan mengalami gangguan besar pada Senin malam, 20 Oktober 2025 waktu Indonesia, yang berdampak luas pada ribuan situs dan aplikasi di seluruh dunia. Gangguan tersebut menyebabkan berbagai layanan digital tidak dapat diakses selama berjam-jam, termasuk CanvaRobloxSignal, hingga sejumlah situs perbankan dan penerbangan.

Menurut laporan, gangguan ini membuat sistem penerbangan dan transaksi online di beberapa negara mengalami penundaan dan kelumpuhan sementara.

 

Dampak Global dari Gangguan AWS

Gangguan AWS bukan hanya menimpa situs hiburan, tetapi juga mempengaruhi infrastruktur penting dunia. Beberapa dampak yang paling menonjol antara lain:

  • Canva tidak bisa dibuka di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
     
  • Roblox down sehingga jutaan pemain tidak dapat masuk ke server.
     
  • Aplikasi Signal dan layanan perbankan digital mengalami kesulitan koneksi.
     
  • Beberapa maskapai penerbangan melaporkan keterlambatan sistem check-in dan boarding.

Gangguan ini menjadi salah satu insiden terbesar dalam sejarah AWS karena cakupan dampaknya mencapai berbagai sektor industri penting.

 

Penyebab Gangguan

Penyebab utama gangguan berasal dari masalah pada pusat data AWS di wilayah Amerika Serikat bagian timur (US-East-1). Pusat data tersebut merupakan tulang punggung utama banyak layanan berbasis cloud di dunia. Gangguan jaringan internal membuat permintaan server tidak dapat diteruskan, menyebabkan antrian permintaan berlebih hingga sistem lumpuh total selama beberapa jam.

AWS sendiri telah merilis pernyataan resmi yang menyebutkan tim teknis sedang melakukan pemulihan sistem secara bertahap dan memastikan layanan kembali normal sesegera mungkin.

 

Tanggapan Perusahaan Terdampak

Beberapa perusahaan besar seperti Canva dan Roblox Corporation langsung merespons cepat dengan memberikan pemberitahuan resmi kepada pengguna melalui media sosial. Canva menyatakan bahwa seluruh tim teknisnya bekerja sama dengan AWS untuk mengembalikan akses pengguna secepat mungkin, sementara Roblox mengonfirmasi bahwa gangguan server murni disebabkan oleh kendala cloud provider, bukan dari sisi mereka.

 

Proses Pemulihan dan Harapan Pengguna

Hingga Selasa pagi waktu Indonesia, sejumlah layanan mulai berangsur normal, namun sebagian pengguna masih melaporkan akses lambat dan error berkala. AWS menegaskan bahwa proses pemulihan penuh akan dilakukan bertahap, mengingat dampak gangguan meluas ke berbagai wilayah termasuk Asia-Pasifik.

Para ahli keamanan siber menilai kejadian ini menjadi pengingat penting bagi perusahaan untuk memiliki rencana cadangan (backup system) dan multi-cloud strategy agar tidak terlalu bergantung pada satu penyedia layanan cloud.

 

Insiden AWS tumbang menjadi salah satu kejadian besar di dunia teknologi tahun ini. Gangguan masif tersebut memperlihatkan betapa bergantungnya dunia digital pada satu penyedia cloud raksasa, dan bagaimana efek domino bisa menjalar dari satu titik pusat data ke seluruh dunia.

Meskipun sebagian besar layanan kini mulai pulih, para pengguna diimbau untuk tetap bersabar dan memantau pembaruan resmi dari AWS maupun platform yang terdampak seperti Canva dan Roblox.