Semarang, 28 Oktober 2025 — Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat kampus terhadap pentingnya pencegahan penyakit menular, Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) bekerja sama dengan Puskesmas Plamongan Sari Semarang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Acara ini berlangsung di Ruang Konferensi Universitas STEKOM dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan universitas dengan penuh antusiasme.
Sosialisasi ini menghadirkan Bapak Mamat Supriyono, SKM, M.Kes (Epid.), seorang ahli epidemiologi yang berpengalaman di bidang kesehatan masyarakat. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara detail mengenai pola penyebaran virus dengue, karakteristik nyamuk Aedes aegypti, serta strategi pencegahan yang dapat diterapkan baik di lingkungan rumah maupun kampus. Penjelasan tersebut disampaikan dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami, sehingga peserta dapat dengan cepat menangkap pesan yang disampaikan.
.jpeg)
Dalam suasana interaktif, peserta diajak untuk mengenali tanda-tanda awal penyakit DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan munculnya bintik merah di kulit. Narasumber juga menekankan pentingnya tindakan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mengubur) tempat penampungan air serta menambahkan langkah pencegahan lainnya seperti menggunakan lotion anti-nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan.
Selain menyampaikan teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi terbuka. Peserta dapat mengajukan pertanyaan seputar praktik pencegahan DBD di lingkungan padat penduduk, termasuk bagaimana kampus dapat berperan sebagai contoh penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Banyak mahasiswa yang menyatakan komitmennya untuk terlibat langsung dalam menjaga kebersihan asrama dan area kampus.

Melalui kegiatan ini, Universitas STEKOM menunjukkan komitmennya untuk menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam program kesehatan masyarakat. Kerja sama dengan Puskesmas Plamongan Sari ini menjadi bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan lembaga kesehatan dalam menanggulangi ancaman penyakit tropis yang masih sering muncul setiap musim penghujan.
Rektor Universitas STEKOM menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, kesehatan sivitas akademika merupakan fondasi penting bagi terciptanya kegiatan belajar mengajar yang produktif dan berkelanjutan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu menjadi duta kesehatan di lingkungannya masing-masing. Sosialisasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab sosial universitas dalam berkontribusi menjaga kesehatan masyarakat luas, khususnya di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya.