Karanganyar, 12 Februari 2026 - Pengalaman belajar tidak selalu datang dari buku atau ruang kelas. Hal itu dirasakan oleh Maliya Aziza Sabina, siswa dari SMKN H MOENADI UNGARAN, saat mengikuti kegiatan sosialisasi strategi kebekerjaan bagi siswa berkebutuhan khusus di SLB Negeri Karanganyar bersama Universitas STEKOM.

 

Dalam kegiatan tersebut, Maliya menjadi salah satu siswa terpilih yang dilibatkan secara langsung. Ia tidak hanya mengikuti rangkaian acara, tetapi juga berinteraksi dan berproses bersama siswa-siswa disabilitas.

Kegiatan dimulai dengan pendekatan sederhana melalui interaksi langsung. Dari pertemuan itu, Maliya melihat bahwa setiap siswa memiliki cara masing-masing dalam memahami dan menjalani proses belajar. Dari situ, ia mulai menyadari pentingnya memberi ruang dan kesempatan yang sama bagi setiap individu.

 

Agenda kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas STEKOM dan SLB Negeri Karanganyar. Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam mendukung kesiapan kerja bagi siswa berkebutuhan khusus, sekaligus memperkuat komitmen terhadap pendidikan yang lebih inklusif.

Pada sesi berikutnya, Maliya ikut mendampingi siswa-siswa disabilitas dalam pelaksanaan tes kerja. Ia melihat bagaimana mereka berusaha menyelesaikan setiap tahap dengan kemampuan yang dimiliki. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa dukungan dan lingkungan yang tepat sangat berperan dalam proses mereka menuju dunia kerja.

 

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan melanjutkan kunjungan ke De’Tasikmadoe Heritage. Kunjungan ini menjadi penutup kegiatan sekaligus ruang untuk merenungkan pengalaman yang telah dilalui.

Rektor Universitas STEKOM, Dr. Joseph Teguh Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari proses belajar bersama.

“Melalui perjalanan ini, Universitas STEKOM hadir untuk belajar, berbagi, dan tumbuh bersama,” ujarnya.

Bagi Maliya, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa inklusivitas tidak harus dimulai dari hal besar. Sikap sederhana seperti mau memahami, mendampingi, dan memberi kesempatan sudah menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan yang lebih terbuka bagi semua.