Semarang, 29 April 2026 - Dalam rangkaian kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Siswa yang diselenggarakan oleh Universitas STEKOM, terdapat salah satu sesi unggulan yang menarik perhatian peserta, yakni kelas Bahasa Isyarat. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dari SMA Futuhiyyah Mranggen, SMKN 8 Semarang, serta SMKN 10 Semarang.

Pelatihan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan keterampilan baru yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada kemampuan sosial dan komunikasi inklusif. Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah membangun kesadaran akan pentingnya komunikasi yang ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

Kelas Bahasa Isyarat menjadi salah satu sesi yang paling diminati oleh peserta. Selain menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda, kelas ini juga memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya inklusivitas dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam berkomunikasi dengan teman-teman tuli.

Dalam sesi ini, para peserta diperkenalkan dengan berbagai kosakata dasar Bahasa Isyarat. Materi yang diajarkan meliputi huruf A hingga Z, kata tanya, kata ganti orang, serta ungkapan sederhana yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Metode pembelajaran yang digunakan bersifat interaktif dan aplikatif, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan materi yang telah disampaikan. Hal ini membuat suasana kelas menjadi lebih hidup, menyenangkan, dan mendorong peserta untuk aktif berpartisipasi.

Di tengah antusiasme yang tinggi, terdapat tiga peserta yang menunjukkan performa menonjol selama pelatihan berlangsung. Ketiganya dinilai aktif, cepat memahami materi, serta memiliki semangat belajar yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran.

Adapun tiga peserta terbaik dalam kelas Bahasa Isyarat tersebut adalah Sang Bimo Raharjoning, Aulia Dwi Oktraviani, dan Dhina Ilya Sahara. Mereka dinilai unggul tidak hanya dari segi kemampuan, tetapi juga dari sikap dan keterlibatan selama pelatihan.

Para pengajar menyampaikan bahwa ketiga peserta tersebut menunjukkan jiwa inklusivitas yang kuat, seperti sikap terbuka, saling menghargai, serta keinginan untuk menjembatani komunikasi dengan penyandang disabilitas, khususnya teman-teman tuli.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi mereka, Universitas STEKOM memberikan penghargaan di akhir kegiatan. Penghargaan tersebut berupa tumbler eksklusif dan uang tunai sebagai simbol penghargaan atas semangat dan partisipasi aktif mereka.

Pemberian penghargaan ini disambut dengan antusias dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir. Momen tersebut menjadi inspirasi bagi peserta lainnya untuk terus mengembangkan diri dan berani mencoba hal baru.

Melalui kegiatan ini, Universitas STEKOM berharap dapat terus menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya kompeten secara keterampilan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi serta mampu menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua.