Universitas STEKOM kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi siswa-siswi tingkat SMA/SMK. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 28 hingga 29 April 2026, bertempat di kampus Universitas Stekom.
Pelatihan ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta yang berasal dari berbagai sekolah, di antaranya SMA Futuhiyyah Mranggen, SMKN 8 Semarang, dan SMKN 10 Semarang. Tingginya antusiasme peserta mencerminkan besarnya minat generasi muda untuk mengembangkan kompetensi di luar pembelajaran formal di sekolah.
Kegiatan pelatihan dirancang dengan pendekatan aplikatif dan interaktif, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan keterampilan yang dipelajari. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
Salah satu sesi yang menjadi sorotan utama dalam pelatihan ini adalah kelas Bahasa Isyarat. Sesi tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus memperkenalkan pentingnya komunikasi inklusif di tengah masyarakat yang beragam.
Pelatihan Bahasa Isyarat ini dipandu oleh mahasiswa Universitas Stekom, yaitu Tefanni Naillah Ammar, Ellvia Varisca, serta Mayla Ayu Wijayanti Putri. Kehadiran Mayla sebagai mahasiswa tunarungu memberikan inspirasi tersendiri sekaligus memperkuat pesan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berprestasi dan berbagi ilmu.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan kosakata dasar Bahasa Isyarat, seperti huruf A–Z, nama-nama hari, kata ganti orang, serta kata kerja. Materi disampaikan secara sistematis dan menyenangkan, sehingga peserta dapat dengan mudah memahami serta mempraktikkannya secara langsung.
Keunikan lain dari pelatihan ini adalah implementasi Bahasa Isyarat ke dalam lagu berjudul Satu-Satu yang dipopulerkan oleh Idgitaf. Melalui aktivitas ini, peserta diajak belajar dengan cara yang lebih kreatif dan ekspresif, sehingga suasana kelas terasa hidup dan penuh energi positif.
Suasana kebersamaan yang tercipta selama pelatihan menghadirkan berbagai emosi, mulai dari rasa senang, bahagia, hingga haru. Melalui kegiatan ini, Universitas Stekom tidak hanya berhasil meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga menanamkan nilai-nilai empati dan inklusivitas yang penting dalam kehidupan bermasyarakat.