SURAKARTA – Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan pada Kamis, 18 Desember 2025, Universitas STEKOM menyelenggarakan uji kecakapan kerja bagi siswa SLB Negeri Surakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan potensi dan kesiapan kerja para siswa disabilitas melalui simulasi dunia kerja yang nyata. Ujian ini dirancang secara komprehensif ke dalam tiga tingkatan level dengan indikator penilaian yang ketat namun tetap suportif terhadap kondisi siswa.

Pada level pertama, fokus utama terletak pada bidang housekeeping. Dalam tahap ini, para siswa diuji ketangkasannya dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan, seperti menyapu, mengelap kaca, membersihkan meja, hingga memasang taplak meja dengan rapi. Selain aspek teknis fisik, pada level ini juga dilakukan tes komunikasi dua arah untuk melihat sejauh mana siswa mampu menerima instruksi dan merespons interaksi dengan rekan kerja atau atasan.

Memasuki level kedua, tantangan bagi siswa semakin meningkat dengan simulasi sektor retail dan pelayanan publik. Siswa disabilitas diminta untuk berperan sebagai penjual yang melayani pelanggan dengan ramah dan cekatan. Di sini, kemampuan kognitif mereka diuji melalui tes berhitung sederhana untuk transaksi keuangan serta tes menulis untuk mencatat pesanan atau laporan stok. Level ini sangat penting untuk melatih kepercayaan diri siswa saat berinteraksi dengan masyarakat umum.

Level ketiga difokuskan pada keterampilan laundry dan penguasaan teknologi komunikasi digital. Dalam tes laundry, siswa mendemonstrasikan kemampuan mencuci, menjemur, melipat, hingga menyetrika pakaian dengan standar kerapian tertentu. Tidak hanya keterampilan fisik, siswa juga diuji kemampuannya dalam menggunakan teknologi digital, khususnya berkirim pesan melalui perangkat tablet. Hal ini bertujuan agar siswa tetap relevan dengan perkembangan teknologi komunikasi di dunia kerja modern.

Mahasiswa dari Universitas STEKOM yang menjadi asesor dalam kegiatan ini mencatat bahwa potensi siswa SLB Negeri Surakarta sangatlah luar biasa. Meskipun memiliki keterbatasan, ketelitian dan semangat yang mereka tunjukkan dalam setiap level ujian memberikan optimisme besar. Evaluasi dari tes ini akan menjadi dasar bagi sekolah dan universitas untuk menentukan jenis pelatihan lanjutan yang paling sesuai bagi masing-masing individu.

Pihak SLB Negeri Surakarta menyambut positif metodologi ujian yang diterapkan oleh Universitas STEKOM. Menurut para guru, tes ini memberikan gambaran objektif mengenai sejauh mana kurikulum sekolah telah berhasil membekali siswa dengan keterampilan hidup (life skills). Keterlibatan aktif mahasiswa dalam membantu jalannya tes juga memberikan suasana belajar yang dinamis dan menyenangkan bagi para siswa.

Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian apresiasi bagi siswa yang berhasil menyelesaikan seluruh level dengan baik. Melalui uji kecakapan kerja ini, Universitas STEKOM berupaya membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, penyandang disabilitas mampu memiliki kompetensi yang bersaing di pasar kerja. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pemetaan bakat secara berkala.