Semarang, 16 April 2026 — Universitas STEKOM kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pendidikan yang inklusif melalui kegiatan pelatihan keterampilan bagi siswa-siswi SMA/SMK di Kota Semarang yang diselenggarakan 2 hari pada Rabu dan Kamis, 15-16 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 350 peserta yang berasal dari beberapa sekolah, yaitu MAN 1 Semarang, SMAN 8 Semarang, dan SMAN 14 Kota Semarang.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus memperkenalkan berbagai keterampilan yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan dan sosial saat ini. Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pelatihan Bahasa Isyarat, yang mengajak para siswa untuk mengenal dan memahami cara berkomunikasi dengan teman-teman tuli.
Kelas Bahasa Isyarat ini dipandu oleh mahasiswa Universitas STEKOM yang telah memiliki kemampuan dalam bidang tersebut, yaitu Tefanni Naillah Ammar, Lin Ellvia Varisca, dan Marsya Aulia Putri Arindra. Kehadiran Marsya Aulia Putri Arindra menjadi inspirasi tersendiri bagi para peserta, karena ia merupakan mahasiswa tunarungu Universitas STEKOM yang aktif berkontribusi dalam mengajarkan Bahasa Isyarat kepada peserta pelatihan.
Dalam sesi pelatihan, para siswa diperkenalkan dengan berbagai kosa kata dasar Bahasa Isyarat, mulai dari alfabet A–Z, nama-nama hari, kata ganti orang, kata kerja, hingga berbagai kosakata dasar lainnya yang dapat digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan yang diajarkan oleh para pelatih.

Tidak hanya belajar teori dan gerakan dasar, suasana kelas juga semakin hidup ketika peserta diajak untuk mengimplementasikan Bahasa Isyarat dalam sebuah lagu berjudul “Nanti Kita Seperti Ini” Melalui kegiatan ini, para siswa belajar mengekspresikan makna lagu dengan gerakan Bahasa Isyarat secara bersama-sama.
Momen tersebut menciptakan suasana yang hangat, menyenangkan, sekaligus mengharukan, karena para peserta dapat merasakan pengalaman berkomunikasi yang lebih inklusif. Tawa, semangat, serta rasa kebersamaan terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan pelatihan ini, Universitas STEKOM berharap dapat menumbuhkan kesadaran inklusivitas di kalangan generasi muda, sekaligus membuka wawasan para siswa mengenai pentingnya memahami dan menghargai keberagaman dalam masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Universitas STEKOM dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah bagi semua kalangan, termasuk bagi penyandang disabilitas. Dengan semangat kebersamaan dan inklusivitas, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta yang hadir.