Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Stekom) melanjutkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif melalui kunjungan ke SLB Negeri Boyolali pada Senin, 24 November 2025. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah sesi pelatihan make up yang dirancang khusus bagi siswa perempuan penyandang disabilitas. Program ini menjadi bagian dari upaya universitas dalam memberikan pengalaman belajar yang holistik, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan pengembangan diri para siswa.
Pelatihan make up tersebut bertujuan untuk memberikan ruang ekspresi yang aman dan nyaman bagi para siswa perempuan. Dalam kegiatan ini, mereka diajak mengenal berbagai alat rias, teknik dasar make up, hingga cara merawat kebersihan wajah sebelum dan setelah menggunakan kosmetik. Pendamping dari Universitas Stekom memastikan bahwa setiap langkah diperkenalkan dengan bahasa yang mudah dipahami dan metode yang ramah disabilitas.

Selama kegiatan berlangsung, tampak antusiasme luar biasa dari para peserta. Banyak dari mereka yang baru pertama kali mencoba merias wajah, sehingga pengalaman ini terasa sangat istimewa. Para pendamping memberikan waktu yang cukup bagi setiap siswa untuk bereksplorasi, memilih warna yang mereka sukai, dan menciptakan gaya riasan sesuai dengan karakter masing-masing. Kebebasan penuh untuk berekspresi menjadi salah satu prinsip utama dalam sesi ini.
Selain melatih kemampuan motorik halus, kegiatan make up juga memiliki manfaat psikologis bagi siswa perempuan. Pendamping memberikan pembelajaran bahwa riasan bukanlah soal penampilan semata, tetapi cara untuk memahami diri, meningkatkan rasa percaya diri, serta memupuk kemandirian. Pesan ini disampaikan secara sederhana dan sensitif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang baik antara mahasiswa Universitas Stekom dan para siswa SLB. Suasana akrab dan penuh perhatian membuat para siswa merasa dihargai dan diakui. Interaksi positif seperti ini membantu membangun relasi yang hangat antara kakak asuh dan adik asuh, sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap pendekatan inklusif dalam dunia pendidikan.

Para pendamping juga memastikan bahwa produk make up yang digunakan aman bagi kulit remaja. Mereka memberikan panduan cara membersihkan wajah dengan benar agar siswa dapat tetap menjaga kesehatan kulit. Edukasi sederhana namun esensial seperti ini menjadi penting karena berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari yang dapat mereka terapkan di rumah.
Melalui pelatihan make up ini, Universitas Stekom berharap siswa perempuan SLB Negeri Boyolali dapat merasakan pengalaman baru yang menyenangkan, aman, dan memberdayakan. Program ini diharapkan menjadi langkah kecil namun bermakna dalam mengembangkan rasa percaya diri dan kreativitas mereka. Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas komitmen universitas dalam menghadirkan pendidikan inklusif yang menyentuh berbagai aspek pengembangan individu.