Kegiatan pelatihan make up menjadi salah satu sesi paling menyenangkan dalam rangkaian kunjungan Universitas Stekom ke SLB Negeri Jepara. Pelatihan ini diperuntukkan bagi siswa perempuan tuna rungu dan tuna grahita sebagai sarana untuk mengekspresikan diri melalui tata rias sederhana. Program ini disambut antusias karena memberikan pengalaman baru yang jarang mereka dapatkan dalam kegiatan sekolah formal.

Instruktur dari Universitas Stekom memberikan penjelasan mengenai alat-alat make up dasar serta cara menggunakannya dengan benar. Para siswi kemudian diberi kebebasan untuk menentukan gaya riasan yang ingin mereka ciptakan. Pendamping memastikan seluruh proses berlangsung aman dan menyenangkan sambil tetap memberikan arahan yang diperlukan.

Kegiatan ini bukan hanya mengenai kecantikan fisik, tetapi juga mengenai pengembangan kepercayaan diri. Banyak siswa yang awalnya tampak malu atau ragu, namun perlahan mulai berani mencoba menggunakan berbagai produk make up. Ketika mereka melihat hasil riasan karya sendiri, senyum bangga langsung terlihat di wajah mereka.

Selain melatih motorik halus, kegiatan ini juga membantu meningkatkan kemampuan koordinasi visual siswa. Mereka belajar memilih warna, menyeimbangkan riasan, serta mengikuti urutan penggunaan produk. Semua tahapan dilakukan secara bertahap agar mudah dipahami oleh siswa Disabilitas.

Salah satu siswi tuna rungu menunjukkan kemampuan merias wajah yang cukup baik. Meskipun namanya tidak disebutkan secara lengkap dalam catatan kegiatan, pendamping menyampaikan kekaguman atas ketelitian dan kreativitasnya dalam menciptakan tampilan make up natural yang menarik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa disabilitas juga memiliki bakat estetika yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Guru SLB Negeri Jepara menyampaikan rasa terharu melihat kebahagiaan para siswi. Bagi mereka, kegiatan seperti ini jarang dilakukan namun memiliki dampak emosional yang sangat besar. Siswi merasa dihargai, diperhatikan, dan diberi kesempatan yang sama seperti remaja lain pada umumnya untuk berekspresi melalui seni rias.

Di akhir sesi, para siswi berfoto bersama untuk mendokumentasikan hasil karya mereka. Universitas Stekom berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pembinaan mental dan emosional siswa perempuan. Pelatihan ini bukan hanya memperindah tampilan luar, tetapi juga memperkuat keyakinan diri mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.