Dalam rangka memperkuat pembinaan vokasional dan kedekatan sosial, Universitas Stekom melaksanakan kegiatan pendekatan antara mahasiswa sebagai kakak asuh dengan siswa berkebutuhan khusus di SLB Negeri Wonogiri. Kegiatan yang berlangsung pada 5 Desember 2025 ini menjadi kesempatan penting untuk membangun hubungan interpersonal yang sehat dan suportif antara mahasiswa dan siswa Disabilitas

Sejak awal kegiatan, mahasiswa Universitas Stekom menunjukkan antusiasme untuk mengenal lebih dekat para siswa. Mereka memperkenalkan diri dengan cara-cara komunikatif yang ramah disabilitas, seperti bahasa isyarat sederhana, media visual, dan gestur tubuh. Metode komunikasi ini membantu menciptakan suasana yang nyaman sehingga siswa merasa lebih percaya diri untuk berinteraksi.
Interaksi antara kakak asuh dan adik asuh berlangsung spontan dan menyenangkan. Siswa-siswa SLB menyambut kehadiran mahasiswa dengan ekspresi antusias, bahkan beberapa di antaranya langsung menunjukkan kemampuan komunikasi mereka melalui tulisan dan bahasa tubuh. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pendekatan personal dapat membentuk hubungan yang positif dalam waktu singkat.
Selain membangun keakraban, kegiatan ini juga bertujuan memetakan karakter dan kemampuan dasar siswa. Mahasiswa melakukan observasi terhadap keterampilan sosial, kemampuan merespons instruksi, hingga minat siswa terhadap bidang tertentu. Informasi ini sangat penting untuk proses seleksi siswa kelas 10, 11, dan 12 yang dinilai siap kerja.
Pendampingan kakak asuh tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa Universitas Stekom. Mereka belajar memahami dinamika interaksi dengan individu berkebutuhan khusus, sebuah keterampilan sosial yang sangat penting di era inklusivitas modern. Mahasiswa juga dilatih untuk mengasah empati, kesabaran, serta kemampuan komunikasi adaptif.
Kegiatan ini menjadi fondasi kuat bagi tahap-tahap pelatihan vokasional berikutnya. Dengan adanya kedekatan emosional, siswa cenderung lebih mudah menerima instruksi dan merasa nyaman saat mengikuti tes kecakapan. Hal ini terbukti membantu proses asesmen menjadi lebih akurat dan humanis, karena dilakukan dengan pendekatan yang penuh empati.
Pada akhir kegiatan, hubungan hangat antara mahasiswa dan siswa terjalin dengan baik. Universitas Stekom menegaskan bahwa program kakak asuh ini akan menjadi bagian penting dalam implementasi MoU dan diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk dukungan kepada pendidikan inklusif di SLB Negeri Wonogiri.