Tegal, 11 Februari 2026 — Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Stekom) melaksanakan kunjungan resmi ke SLB Negeri Tegal dalam rangka penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis memperkuat sinergi pendidikan inklusif. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah luar biasa, khususnya dalam pengembangan kompetensi serta kesiapan kerja peserta didik berkebutuhan khusus.

Penandatanganan MoU dilakukan secara langsung oleh Rektor Universitas Stekom, Dr. Joseph Teguh Santoso, S.Kom., M.Kom bersama Kepala SLB Negeri Tegal, Sri Suprapti S.Pd., M.Pd. Prosesi berlangsung dengan khidmat dan disaksikan oleh jajaran pimpinan, guru, serta perwakilan mahasiswa Universitas Stekom yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana penuh kehangatan dan semangat kolaborasi mewarnai jalannya acara.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Stekom menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pendidikan inklusif memerlukan dukungan nyata dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, agar peserta didik disabilitas memperoleh kesempatan yang setara dalam mengembangkan potensi akademik maupun vokasional.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya kolaborasi berbasis kebutuhan riil sekolah. Melalui MoU ini, Universitas Stekom berkomitmen menghadirkan program pendampingan, pelatihan keterampilan, serta penguatan literasi teknologi yang adaptif bagi siswa SLB Negeri Tegal. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjembatani proses transisi siswa dari lingkungan pendidikan menuju dunia kerja yang lebih luas.

Sementara itu, Kepala SLB Negeri Tegal dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Ia menuturkan bahwa dukungan dari perguruan tinggi akan memberikan energi baru bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah progresif dalam membuka akses jejaring yang lebih luas bagi siswa.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara sekolah dan universitas Stekom tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga pada pengembangan kapasitas tenaga pendidik. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman diharapkan mampu menciptakan inovasi pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Setelah penyampaian sambutan dari kedua pimpinan institusi, acara dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen MoU sebagai simbol komitmen bersama. Penandatanganan tersebut menjadi penanda dimulainya program kolaboratif yang dirancang secara sistematis dan berkelanjutan.

Melalui kerja sama ini, Universitas Stekom dan SLB Negeri Tegal sepakat untuk terus membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada pemberdayaan. Sinergi ini diharapkan mampu menjadi model praktik baik dalam pengembangan pendidikan berbasis kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah luar biasa di tingkat regional maupun nasional.