Boyolali Senin, 24 November 2025-Sebagai bagian dari komitmen untuk mendorong pendidikan inklusi yang lebih maju, Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Stekom) melaksanakan kegiatan pendampingan dan pendekatan kepada siswa-siswi disabilitas di SLB Negeri Boyolali. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menghubungkan mahasiswa Universitas Stekom sebagai “kakak asuh” dengan para siswa penyandang disabilitas sebagai “adik asuh”. Program ini bertujuan menciptakan hubungan interpersonal positif yang dapat mendukung perkembangan mental, sosial, dan akademik para siswa.

Sejak awal kegiatan, mahasiswa pendamping tampak antusias berinteraksi dengan para siswa SLB. Pendekatan dilakukan melalui dialog sederhana, permainan edukatif, hingga aktivitas yang mendorong siswa mengenal karakter setiap kakak asuh. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat di mana setiap siswa mendapat perhatian personal sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. Kehadiran mahasiswa menjadi pengalaman baru bagi siswa yang sebagian besar belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan pendidikan tinggi.
Selain membangun kedekatan, kegiatan ini juga diarahkan pada proses seleksi siswa-siswi kelas 10, 11, dan 12 yang dinilai siap memasuki dunia kerja. Seleksi ini menjadi bagian penting dari program pendampingan karena bertujuan memetakan kemampuan dan kesiapan siswa berdasarkan keterampilan dasar, komunikasi, serta kedisiplinan. Tim Universitas Stekom berkolaborasi dengan guru-guru SLB dalam menentukan indikator yang relevan dan ramah terhadap kebutuhan setiap siswa.
Para mahasiswa juga dilibatkan langsung dalam proses observasi dan wawancara ringan kepada siswa. Kegiatan ini dilakukan secara inklusif tanpa memberikan tekanan kepada siswa, sehingga mereka dapat menunjukkan kemampuan secara natural. Selain itu, kakak asuh memfasilitasi siswa untuk bercerita tentang minat dan keterampilan yang mereka sukai sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan program lanjutan.

Hasil dari kegiatan pendekatan dan seleksi ini sangat menggembirakan. Banyak siswa menunjukkan antusiasme tinggi ketika diberi kesempatan bercerita tentang cita-cita dan minat pekerjaan. Beberapa siswa terlihat menonjol dalam kemampuan komunikasi, sedangkan lainnya memperlihatkan ketelitian dan kesungguhan dalam aktivitas sederhana yang diberikan selama observasi. Hal tersebut menjadi catatan penting bagi Universitas Stekom dalam menyusun program pelatihan lanjutan.
Hubungan yang terjalin antara kakak asuh dan adik asuh juga menunjukkan perkembangan positif. Banyak siswa yang semula pemalu mulai aktif berbicara saat diajak berdiskusi oleh mahasiswa. Pendekatan personal seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa, khususnya bagi mereka yang bersiap menghadapi dunia kerja setelah lulus dari SLB.
Kegiatan ini menegaskan bahwa Universitas Stekom tidak hanya berkontribusi dalam pendidikan tinggi, tetapi juga membentangkan dukungan nyata bagi pendidikan vokasional siswa disabilitas. Pendekatan humanis, berkelanjutan, dan penuh perhatian menjadi kunci utama keberhasilan program ini dalam merangkul siswa dan mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja secara lebih percaya diri dan terarah.