Sebagai upaya melatih kemandirian serta kesiapan kerja siswa berkebutuhan khusus, Universitas Stekom mengadakan tes kecakapan housekeeping di SLB Negeri Wonogiri pada 5 Desember 2025. Tes ini diikuti oleh siswa Disabilitas yang dengan penuh semangat menunjukkan kemampuan masing-masing dalam berbagai tugas dasar housekeeping.

Kegiatan dimulai dengan pemberian instruksi mengenai tugas yang harus dilakukan. Siswa diminta memungut sampah kertas di meja dan kursi, menyapu ruangan, mengelap perabot, membersihkan jendela, hingga memasang taplak meja. Setiap siswa melaksanakan tugasnya secara mandiri sesuai arahan yang diberikan oleh tim penguji.

Pengujian tidak hanya berfokus pada kemampuan motorik, tetapi juga melibatkan penilaian terhadap kemampuan memahami instruksi dan komunikasi dua arah. Tim penguji menilai apakah siswa mampu merespons arahan dengan tepat, mengulang instruksi jika diperlukan, dan menyampaikan kesulitan yang dihadapi. Proses ini membantu mengidentifikasi tingkat kesiapan mereka bekerja di lingkungan nyata.

Beberapa siswa menunjukkan kemampuan bekerja dengan sangat baik. Mereka menyelesaikan tugas secara runtut dan teliti, bahkan ada yang mampu memahami instruksi hanya melalui contoh visual. Hal ini membuktikan bahwa perbedaan kemampuan komunikasi bukanlah hambatan bagi mereka untuk menyelesaikan pekerjaan secara profesional.

Mahasiswa pendamping dari Universitas Stekom turut memberikan bimbingan secara humanis. Mereka tidak hanya membantu menjelaskan instruksi, tetapi juga memberikan contoh yang lembut dan memotivasi siswa agar percaya pada kemampuan mereka. Pendekatan ini menciptakan suasana tes yang tidak menegangkan dan sangat ramah bagi siswa disabilitas.

Kegiatan housekeeping ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kemampuan dasar siswa. Dengan observasi ini, Universitas Stekom dapat merancang pelatihan lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing siswa. Tes ini juga memperlihatkan bahwa siswa Disabilitas memiliki kemampuan untuk dilatih menjadi tenaga kerja terampil dengan pendampingan yang tepat.

Melalui tes ini, Universitas Stekom menegaskan komitmen dalam mendukung kemandirian siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelatihan vokasional yang inklusif dapat memberikan dampak besar bagi masa depan mereka.