Sebagai bagian dari program asesmen vokasional, Universitas Stekom melaksanakan tes warna dan simulasi berjualan bagi siswa tunarungu dan tunagrahita di SLB Negeri Wonogiri Pada 5 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan mengukur kemampuan kognitif dasar, keterampilan sosial, dan kesiapan kerja yang berkaitan dengan dunia usaha.

Tes warna menjadi sesi pembuka dalam kegiatan tersebut. Para siswa diminta menyebutkan warna yang ditunjukkan oleh penguji dan kemudian mengelompokkan benda berdasarkan warna ke tempat yang telah disediakan. Tes ini mengukur kemampuan visual, daya serap informasi, dan ketepatan motorik yang penting dalam berbagai pekerjaan praktis.

Setelah itu, siswa menjalani simulasi berjualan, sebuah tes yang dirancang menyerupai aktivitas toko kecil. Siswa diminta melayani pelanggan, menanyakan barang yang ingin dibeli, dan mencatat pesanan tersebut di secarik kertas. Proses mencatat ini sekaligus menguji kemampuan menulis, memahami informasi, serta ketelitian mereka.

Siswa kemudian secara mandiri menyiapkan pesanan dan mengantarkannya kepada pelanggan. Tahapan ini menguji kemampuan mereka dalam mengikuti prosedur, ketelitian dalam memilih barang, dan kemampuan berjalan sesuai instruksi. Banyak siswa yang terlihat menikmati proses ini dan menunjukkan antusiasme tinggi.

Tidak hanya melayani pelanggan, siswa juga diminta berperan sebagai kasir. Mereka menghitung total harga dan menggunakan kalkulator di iPad sebagai alat bantu. Tes ini menilai kemampuan berhitung, keterampilan digital dasar, dan tingkat konsentrasi siswa saat bekerja dalam situasi yang menuntut ketepatan.

Pendamping dari Universitas Stekom memberikan arahan berbasis contoh visual sehingga siswa lebih mudah memahami tugas yang diberikan. Interaksi ini menciptakan suasana nyaman dan mendorong siswa untuk berani mencoba tanpa takut salah. Semangat mereka terlihat jelas sepanjang tes berlangsung.

Tes warna dan simulasi berjualan ini memberikan gambaran penting mengenai potensi siswa dalam bekerja di lingkungan retail atau layanan dasar. Universitas Stekom berharap hasil asesmen ini dapat menjadi landasan untuk memberikan pelatihan lanjutan sesuai minat dan kemampuan masing-masing siswa.