Semarang — Kegiatan pelatihan keterampilan yang diselenggarakan oleh Universitas STEKOM pada Rabu dan Kamis,15 - 16 April 2026 di Semarang tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar yang menarik bagi ratusan siswa SMA/SMK, tetapi juga melahirkan peserta-peserta inspiratif yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami dunia inklusivitas.

Dalam sesi kelas Bahasa Isyarat, para peserta menunjukkan semangat belajar yang luar biasa. Dari ratusan siswa yang mengikuti pelatihan tersebut, panitia akhirnya memilih tiga peserta paling aktif dan menonjol selama kegiatan berlangsung. Mereka dinilai berdasarkan keaktifan, kemampuan mengikuti gerakan Bahasa Isyarat, serta semangat mereka dalam berinteraksi selama proses pembelajaran.

Tiga siswa terbaik tersebut adalah Rama Aldy Wijaya dari SMAN 14 Kota Semarang, Janice Syifa Annora H dari MAN 1 Kota Semarang, dan Variska Jenie Pratiwi dari SMAN 14 Kota Semarang. Ketiganya dinilai sangat aktif dalam mengikuti setiap materi yang diberikan, mulai dari mempraktikkan kosakata dasar Bahasa Isyarat hingga berpartisipasi dalam sesi implementasi Bahasa Isyarat ke dalam lagu.

Sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan partisipasi mereka, di akhir kegiatan Universitas STEKOM memberikan penghargaan khusus kepada ketiga siswa tersebut. Penghargaan yang diberikan berupa tumbler eksklusif yang didesain khusus oleh Universitas STEKOM serta uang tunai sebagai bentuk motivasi dan penghargaan atas dedikasi mereka selama mengikuti pelatihan.

Pemberian penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga sebagai simbol bahwa semangat belajar dan kepedulian terhadap dunia inklusi patut untuk diapresiasi dan diteladani. Ketiga siswa ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman mereka untuk lebih mengenal dan memahami pentingnya komunikasi inklusif, khususnya melalui Bahasa Isyarat.

Melalui kegiatan ini, Universitas STEKOM berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat tuli dan dunia inklusi. Dengan semangat yang ditunjukkan oleh para peserta, terutama tiga siswa terbaik tersebut, harapan untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif di masa depan menjadi semakin nyata.