Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Stekom) melaksanakan kegiatan kunjungan edukatif ke SLB Negeri Lasem pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Stekom dalam memperkuat pendidikan inklusif serta menumbuhkan kesadaran sosial generasi muda terhadap pentingnya kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Dalam kunjungan tersebut, Universitas Stekom turut mengajak dua duta inklusi terpilih dari Kota Semarang, yakni Naufal Rafif dan Laurensius Nevan dari SMA Negeri 5 Semarang.

Kedua duta inklusi tersebut dikenal sebagai pelajar yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial dan inklusivitas. Kehadiran mereka dalam kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jembatan inspiratif antara dunia pendidikan reguler dan pendidikan khusus. Universitas Stekom secara khusus melibatkan mereka agar dapat mengenal lebih dekat realitas pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus sekaligus memperluas perspektif mereka tentang dunia inklusi.

Selama kunjungan berlangsung, para duta inklusi diajak untuk mengenal secara langsung lingkungan SLB Negeri Lasem, termasuk sistem pembelajaran, pendekatan pendidik, serta karakteristik siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan ini dirancang agar para peserta dapat memahami bahwa pendidikan inklusif tidak hanya berbicara tentang penerimaan, tetapi juga tentang pemberdayaan dan kesiapan masa depan siswa disabilitas.

Selain pengenalan dunia inklusi, Universitas Stekom juga memfasilitasi kegiatan sosialisasi strategi kebekerjaan bagi siswa SLB Negeri Lasem. Dalam sesi ini, para duta inklusi turut mendampingi mahasiswa Universitas Stekom dalam memberikan gambaran tentang peluang kerja yang dapat diakses oleh siswa berkebutuhan khusus sesuai dengan potensi dan minat mereka.

Pendekatan personal juga menjadi fokus utama kegiatan ini. Para duta inklusi berinteraksi langsung dengan siswa disabilitas melalui dialog ringan dan aktivitas bersama. Pendekatan ini bertujuan membangun empati, rasa saling menghargai, serta menghapus sekat sosial antara pelajar reguler dan siswa berkebutuhan khusus.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Universitas Stekom mengajak para duta inklusi untuk mengikuti kegiatan reflektif di luar lingkungan sekolah. Peserta diajak berkeliling di wilayah Blora sebagai sarana penguatan kebersamaan dan pemaknaan pengalaman inklusif yang telah dilalui sepanjang hari.

Kegiatan ditutup dengan makan malam bersama di Ngawi yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Universitas Stekom berharap pengalaman ini dapat membentuk karakter duta inklusi yang lebih peduli, berwawasan luas, dan siap menjadi agen perubahan dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.