Sebagai bagian dari upaya mempersiapkan siswa disabilitas memasuki dunia kerja, Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Stekom) melaksanakan kegiatan assessment kebekerjaan di SLB Negeri Salatiga pada Senin, 6 April 2026. Assessment ini dirancang untuk mengukur sekaligus melatih keterampilan kerja siswa melalui beberapa bidang pekerjaan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Kegiatan assessment ini dilaksanakan dalam empat level keterampilan kerja yang berbeda. Setiap level dirancang untuk menguji kemampuan siswa dalam menjalankan tugas secara mandiri, memahami instruksi, serta mengembangkan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan di dunia kerja.

Assessment pertama berfokus pada keterampilan housekeeping yang diikuti oleh siswa tunarungu dan tunagrahita. Dalam kegiatan ini siswa diminta melakukan berbagai aktivitas seperti memungut sampah kertas di meja dan kursi, menyapu lantai, membersihkan meja dan kursi, membersihkan jendela, serta memasang taplak meja. Selain keterampilan teknis, siswa juga dinilai dari kemampuan memahami instruksi serta kemampuan berkomunikasi dua arah selama proses kegiatan berlangsung.

Assessment kedua adalah kecakapan dalam bidang pelayanan dan penjualan. Dalam simulasi ini siswa diminta untuk melayani pelanggan mulai dari menanyakan pesanan, mencatat pesanan pada kertas, hingga menyiapkan pesanan tersebut secara mandiri. Setelah itu, siswa juga diminta mengantarkan pesanan kepada pembeli sekaligus berperan sebagai kasir dengan menghitung uang pembayaran secara tepat.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan penggunaan teknologi sederhana dalam transaksi, seperti penggunaan kalkulator melalui perangkat iPad. Hal ini bertujuan untuk melatih ketelitian serta meningkatkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Assessment ketiga berfokus pada keterampilan laundry. Pada tahap ini siswa melakukan kegiatan menggantungkan pakaian pada hanger untuk dijemur, menyetrika pakaian, serta melipat pakaian seperti sarung dan kemeja. Dalam proses ini siswa juga diuji kemampuan motorik halusnya, termasuk kemampuan mengancingkan kemeja dengan benar. Selain itu, siswa juga diuji kemampuan menggunakan perangkat teknologi seperti mengetik di laptop serta berkomunikasi melalui telepon dan aplikasi pesan.

Assessment keempat ditujukan bagi siswa perempuan melalui kegiatan belajar make up. Kegiatan ini memberikan ruang bagi siswi disabilitas untuk mengekspresikan diri melalui riasan wajah sesuai kreativitas masing-masing. Hasilnya terlihat sangat membanggakan, di mana para siswi tampak percaya diri dan bahagia melihat hasil make up yang mereka lakukan sendiri.

Tidak hanya itu, dalam assessment ini siswa juga diuji melalui berbagai kemampuan tambahan seperti berbicara dalam bahasa Inggris sederhana, bernyanyi, memijat, serta kemampuan menggunakan media sosial. Beragam kegiatan tersebut dirancang untuk menggali potensi siswa secara menyeluruh sehingga mereka dapat memiliki keterampilan yang lebih siap digunakan dalam dunia kerja.

Melalui kegiatan assessment ini, Universitas Stekom berharap dapat membantu memetakan potensi dan kemampuan siswa disabilitas secara lebih komprehensif. Dengan demikian, pembinaan yang diberikan ke depannya dapat lebih terarah dan mampu membantu siswa disabilitas untuk meraih masa depan yang mandiri dan produktif.