Kamis, 5 Februari 2026 - Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) melakukan kunjungan akademik ke salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berlokasi di wilayah pedesaan India. Sekolah ini secara khusus melayani peserta didik penyandang disabilitas tuna rungu dan grahita, dengan jenjang pendidikan terpadu mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dalam satu kompleks pendidikan.
Sekolah tersebut memberikan layanan pendidikan dan asrama secara gratis kepada seluruh siswanya. Seluruh pendanaan operasional sekolah berasal dari dukungan masyarakat serta donatur, baik dari dalam maupun luar negeri. Donatur utama sekolah ini adalah seorang perempuan asal Inggris yang saat ini berusia 85 tahun, yang secara konsisten mendukung keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak disabilitas di wilayah tersebut.
.png)
Seluruh peserta didik tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah. Anak-anak tuna rungu di sekolah ini mendapatkan pendidikan yang sangat intensif, khususnya dalam penguasaan bahasa. Mereka diajarkan bahasa Inggris dan Tamil dengan pendekatan pedagogis khusus yang bertujuan untuk menormalkan kemampuan bahasa secara maksimal. Melalui metode ini, saat lulus SMA, para siswa diharapkan memiliki perbendaharaan kata yang setara dengan anak-anak non-disabilitas.
Selain kemampuan berbahasa, para siswa juga dibekali keterampilan akademik dan teknologi. Mereka dilatih untuk mampu memahami teks serta menyusun tulisan dengan baik dalam dua bahasa, yaitu Inggris dan Tamil. Di bidang teknologi informasi, siswa diajarkan keterampilan komputer yang meliputi penggunaan Microsoft Word, dasar-dasar coding, serta desain. Seluruh ruang kelas di sekolah tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas Smart TV untuk menunjang pembelajaran berbasis visual dan interaktif.
Pendekatan pendidikan yang diterapkan menekankan pada optimalisasi fungsi otak anak tuna rungu secara intensif dan berkelanjutan. Meskipun pihak sekolah belum memiliki tracer study resmi terkait penyerapan lulusan di dunia kerja, mereka mencatat bahwa sebagian besar lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas, sementara sebagian lainnya memilih untuk menikah dan menjalani kehidupan berkeluarga.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Joseph Teguh Santoso, M.Kom, Rektor dari Universitas STEKOM, mengungkapkan rasa bahagia dan kekagumannya saat berinteraksi langsung dengan para siswa penyandang disabilitas. Ia menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan menunjukkan respons positif dari anak-anak, yang tampak memancarkan senyum dan kebahagiaan.
.png)
Dr. Joseph Teguh Santoso, M.Kom juga menyatakan kekagumannya terhadap kemampuan para siswa disabilitas di sekolah tersebut. Menurutnya, meskipun memiliki keterbatasan, anak-anak tersebut mampu menunjukkan kompetensi akademik dan keterampilan yang setara dengan anak-anak pada umumnya. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan inklusif dan inovatif, serta memperkuat komitmen Universitas STEKOM dalam mendukung pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.