Universitas STEKOM menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendukung pendidikan vokasional bagi anak-anak berkebutuhan khusus melalui kegiatan Tes Kecakapan Jualan, Kasir, dan Tes Warna yang digelar di SLB Negeri Ungaran. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis bagi para siswa dalam mengenali warna, berinteraksi sosial, dan memahami dasar-dasar perdagangan sederhana.
Kegiatan diawali dengan tes warna, di mana para siswa diminta menyebutkan warna-warna yang diperlihatkan oleh tim penguji. Setelah itu, mereka diminta mengelompokkan berbagai benda berdasarkan warna di wadah yang telah disediakan. Aktivitas ini bertujuan mengasah kemampuan kognitif, konsentrasi, dan daya ingat, sekaligus mengenalkan konsep kategorisasi dengan cara yang menyenangkan.
.jpeg)
Tahapan selanjutnya adalah simulasi berjualan dan kasir. Dalam simulasi ini, siswa berperan sebagai penjual yang harus melayani pelanggan. Mereka menanyakan kebutuhan pelanggan, mencatat pesanan di kertas, lalu menyiapkan pesanan berupa buah, sayur, burger, sandwich, ikan, ayam goreng, dan minuman ringan seperti Coca-Cola. Kegiatan ini melatih kemampuan menulis, koordinasi tangan, dan tanggung jawab kerja.
Selain itu, siswa juga diajak belajar menghitung total harga pesanan menggunakan daftar harga dan kalkulator. Transaksi dilakukan dengan uang mainan, menciptakan suasana realistis yang menyerupai toko sungguhan. Dalam proses ini, siswa diuji kemampuan berhitung, fokus, serta kejujuran dalam bertransaksi.

Kegiatan berlangsung penuh tawa dan semangat. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi saat berperan sebagai penjual dan pelanggan. Beberapa di antara mereka bahkan meniru gaya berbicara kasir di toko sungguhan, menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual jauh lebih efektif bagi anak-anak berkebutuhan khusus dibandingkan metode konvensional di kelas.
Tim Universitas STEKOM memberikan bimbingan dan evaluasi secara individual, memastikan setiap peserta mendapatkan kesempatan belajar yang sama. Para pengajar SLB juga menyampaikan apresiasi atas pendekatan yang dilakukan, karena kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter sosial dan kemandirian siswa.
Melalui kegiatan ini, Universitas STEKOM berharap dapat memberikan inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk mengembangkan model pelatihan berbasis praktik nyata. Pendekatan seperti ini terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri dan kesiapan kerja anak-anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi di masa depan