Batang – Dalam rangka memberikan pelatihan keterampilan praktis bagi siswa disabilitas, Universitas Stekom melaksanakan tes kecakapan housekeeping untuk siswa tuna grahita dan tuna rungu SLB Negeri Batang pada Rabu, 12 November 2025. Tes ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan motorik, kemandirian, serta kecakapan dasar yang dapat bermanfaat bagi kesiapan kerja dan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan dimulai dengan demonstrasi sederhana yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Stekom. Mereka memperlihatkan langkah-langkah melakukan tugas housekeeping seperti memungut sampah kertas, menyapu, mengelap meja dan kursi, hingga membersihkan jendela. Pendekatan visual ini penting karena sebagian siswa belajar lebih efektif melalui contoh langsung.

Setelah demonstrasi, siswa diminta mempraktikkan setiap tugas secara bergantian. Para mahasiswa mendampingi mereka dengan sabar sambil memberikan instruksi yang jelas dan mudah dipahami. Dalam prosesnya, mahasiswa mengamati bagaimana siswa menerima instruksi, apakah mereka memahami langkah-langkahnya, serta bagaimana mereka mengeksekusi tugas dengan kemampuan masing-masing.
Salah satu aspek penting dalam tes ini adalah evaluasi kemampuan komunikasi dua arah. Tim penguji dari Universitas Stekom mencoba mengajak siswa berdialog sederhana untuk melihat apakah mereka mampu merespons, bertanya kembali, atau mengungkapkan kebingungan ketika tidak memahami instruksi. Bagi siswa tuna rungu, komunikasi dilakukan dengan bahasa isyarat dasar atau melalui gestur yang dipahami bersama.
Siswa juga dilatih memasang taplak meja sebagai bagian dari uji kecermatan. Aktivitas ini mengharuskan mereka memperhatikan kerapian, posisi, dan langkah-langkah yang sesuai. Kemampuan ini menjadi indikator bagaimana mereka dapat mengikuti instruksi detail dan mengerjakan tugas yang membutuhkan ketelitian.

Selama kegiatan berlangsung, terlihat antusiasme tinggi dari siswa. Banyak di antara mereka yang menunjukkan kemampuan motorik yang baik dan ketertarikan pada kegiatan yang melibatkan aktivitas fisik. Mahasiswa Universitas Stekom memberikan pujian serta umpan balik positif untuk meningkatkan motivasi siswa saat menghadapi tugas berikutnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi di mana mahasiswa dan guru berdiskusi mengenai perkembangan setiap siswa. Program ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk pelatihan lanjutan yang lebih terstruktur, sehingga siswa SLB dapat memiliki keterampilan dasar housekeeping sebagai bekal untuk peluang kerja inklusif di masa depan.