Yogyakarta, 21 Oktober 2025 — Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap pendidikan inklusif dan pengembangan layanan bagi mahasiswa disabilitas, Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) melaksanakan studi banding ke Pusat Layanan Disabilitas (PLD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi Universitas STEKOM dalam memperkaya referensi pengelolaan layanan inklusif di perguruan tinggi. Studi banding tersebut disambut hangat oleh jajaran dosen dan relawan PLD UNY, dengan narasumber utama Prof. Dr. Ishartiwi, M.Pd., yang dikenal sebagai salah satu penggerak utama program layanan disabilitas di UNY.
Dalam pemaparannya, Prof. Ishartiwi menjelaskan bahwa UNY tidak memiliki ruang atau laboratorium khusus untuk layanan disabilitas, namun memiliki sistem pendampingan langsung dan berbasis relawan yang telah berjalan efektif. Melalui sistem ini, mahasiswa disabilitas dapat menghubungi relawan secara personal untuk memperoleh bantuan sesuai kebutuhan, mulai dari pendampingan akademik hingga dukungan dalam kegiatan kampus.
Pendekatan tersebut juga mencakup dukungan saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), di mana relawan PLD berperan aktif membantu mahasiswa disabilitas agar dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus dan kegiatan akademik dengan lebih baik.
Melalui sesi diskusi yang berlangsung hangat dan terbuka, tim ULD Universitas STEKOM memperoleh banyak wawasan mengenai model kolaborasi lintas peran antara dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam membangun budaya inklusif di lingkungan kampus.
Dalam kesempatan tersebut, Universitas STEKOM juga mempresentasikan berbagai program ULD yang telah dijalankan, di antaranya kunjungan ke Sekolah Luar Biasa (SLB), pemberian beasiswa bagi mahasiswa difabel, serta program “Adik Asuh”, yang mempertemukan mahasiswa STEKOM dengan siswa SLB untuk pembimbingan karier dan pengembangan keterampilan kerja. Program ini menjadi wujud nyata dedikasi Universitas STEKOM dalam memberdayakan penyandang disabilitas, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga di ranah sosial dan profesional.
Kegiatan studi banding ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara Universitas STEKOM dan UNY dalam bidang pendidikan inklusif. Kedua pihak berkomitmen untuk menjajaki peluang kolaborasi berupa seminar bersama, pelatihan relawan, serta penelitian kolaboratif mengenai pengembangan sistem dukungan bagi mahasiswa disabilitas.
Rektor Universitas STEKOM menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kampus dalam mewujudkan visi sebagai kampus unggul, inovatif, dan inklusif.
“Universitas STEKOM ingin menjadi contoh nyata bahwa perguruan tinggi bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang bagi keberagaman dan kesetaraan. Melalui kerja sama dan pertukaran pengalaman seperti ini, kami terus memperkuat peran STEKOM sebagai pelopor kampus ramah disabilitas,” ungkapnya.
Dengan semangat kolaborasi, Universitas STEKOM terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan memberdayakan, sehingga setiap mahasiswa tanpa terkecuali dapat berkembang dan berprestasi sesuai potensinya.