Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Stekom) melaksanakan kegiatan pendampingan siswa disabilitas dalam kunjungan ke SLB Negeri Salatiga pada Senin, 6 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara mahasiswa Universitas Stekom sebagai kakak asuh dengan siswa disabilitas sebagai adik asuh, sekaligus memberikan motivasi dan pendampingan dalam mempersiapkan masa depan mereka.

Pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan ini dirancang secara humanis dan interaktif. Mahasiswa Universitas Stekom berinteraksi langsung dengan para siswa penyandang disabilitas, khususnya siswa tunarungu dan tunagrahita. Interaksi tersebut bertujuan untuk membangun rasa percaya diri siswa sekaligus menciptakan suasana yang akrab sehingga para siswa dapat mengekspresikan diri dengan lebih nyaman.

Selain membangun kedekatan antara kakak asuh dan adik asuh, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses seleksi siswa kelas 10, 11, dan 12 yang dinilai memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja. Melalui berbagai kegiatan interaksi dan observasi, tim dari Universitas Stekom berupaya mengidentifikasi potensi, kemampuan komunikasi, serta sikap kerja yang dimiliki oleh para siswa.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemilihan siswa yang dinilai layak menjadi Duta Kebekerjaan. Duta ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus representasi semangat kerja bagi siswa disabilitas lainnya. Dari hasil seleksi, terpilih beberapa siswa yaitu Vernisa Biyanka Alvia, Laras Syafira Putri, dan Christian Farrel Meylona sebagai duta yang diharapkan mampu membawa semangat positif bagi teman-temannya.

Menariknya, dalam kegiatan ini Universitas Stekom juga menghadirkan Duta Inklusi dari siswa SMK/MA di Kota Semarang. Para duta inklusi tersebut terdiri dari Hermas Bagus Pamungkas, Naufalia Muftiasih, Dyanni Aruna Adeliavashanti, Devina Chandra Dewi, dan Haura Refasya. Kehadiran mereka memberikan motivasi tambahan bagi para siswa disabilitas untuk terus percaya diri dan berani meraih masa depan.

Para duta inklusi tersebut turut berbagi pengalaman serta memberikan dukungan moral kepada siswa SLB Negeri Salatiga. Interaksi yang terjadi menciptakan suasana yang inspiratif dan penuh semangat, di mana para siswa disabilitas dapat melihat bahwa mereka memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan berkarya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Stekom berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif serta memberikan ruang bagi siswa disabilitas untuk berkembang secara optimal. Pendampingan yang dilakukan diharapkan menjadi langkah awal dalam mempersiapkan generasi disabilitas yang siap menghadapi dunia kerja dengan percaya diri.