Pada Kamis, 26 Februari 2026, Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) melaksanakan kunjungan edukatif ke SLB Negeri Kota Magelang sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mendukung pendidikan inklusif dan penguatan kesiapan kerja bagi siswa disabilitas. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai agenda silaturahmi kelembagaan, tetapi juga sebagai langkah konkret membangun kedekatan emosional dan pendampingan berkelanjutan antara mahasiswa STEKOM dan para siswa.

Salah satu fokus utama dalam kunjungan tersebut adalah program pendekatan antara kakak asuh, yakni mahasiswa Universitas STEKOM, dengan adik asuh, yaitu siswa-siswi SLB Negeri Kota Magelang. Melalui interaksi yang hangat dan dialogis, mahasiswa berupaya menciptakan suasana yang akrab, terbuka, serta suportif. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri siswa sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai dunia pendidikan tinggi dan peluang pengembangan diri di masa depan.

Selain membangun relasi sosial yang positif, Universitas STEKOM juga melaksanakan proses seleksi bagi siswa kelas X, XI, dan XII yang dinilai siap memasuki dunia kerja. Seleksi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi, minat, serta kesiapan kompetensi yang dimiliki siswa agar dapat diarahkan secara tepat sesuai kebutuhan industri maupun peluang kerja yang tersedia. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula pemilihan Duta Ketenagakerjaan sebagai representasi siswa yang memiliki semangat, keterampilan, dan kesiapan untuk menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

Keistimewaan kunjungan ini semakin terasa dengan kehadiran para Duta Inklusi dari Magelang, yaitu Muhammad Bintang Romadhon, Ezzar Yoga Maulana, Ita Figla Mufidah, Kaysha Aurelia Prabowo, dan Mia Aulia. Mereka merupakan figur muda terpilih yang dikenal aktif serta memiliki komitmen tinggi terhadap nilai-nilai inklusivitas. Kehadiran para duta tersebut memberikan energi positif dan motivasi tambahan bagi siswa-siswi SLB Negeri Kota Magelang.

Dalam rangkaian kegiatan, para Duta Inklusi turut melakukan pendekatan langsung kepada siswa disabilitas melalui sesi berbagi pengalaman, diskusi ringan, serta aktivitas interaktif. Pendekatan ini menjadi ruang dialog yang setara, di mana setiap siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, mimpi, dan rencana masa depan mereka. Interaksi yang terbangun menunjukkan bahwa inklusivitas bukan sekadar konsep, melainkan praktik nyata yang diwujudkan melalui empati dan kolaborasi.

Secara akademik, kegiatan ini selaras dengan peran perguruan tinggi dalam menjalankan tridarma, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Universitas STEKOM memandang bahwa pemberdayaan siswa disabilitas perlu dilakukan secara sistematis melalui pendampingan, pelatihan, serta penguatan karakter dan kompetensi kerja. Dengan demikian, siswa tidak hanya dipersiapkan untuk lulus dari jenjang pendidikan menengah, tetapi juga siap beradaptasi dan berkontribusi di dunia profesional.

Melalui kunjungan ini, Universitas STEKOM kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap isu inklusivitas dan ketenagakerjaan. Sinergi antara mahasiswa, siswa SLB, dan para Duta Inklusi diharapkan menjadi fondasi bagi program-program berkelanjutan yang mampu membuka akses lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkembang, berdaya saing, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat.